Jumat, 03 Desember 2021

#Puisi : Oleh-oleh dari Nonton Film

 

Mendengar lagu dalam Film Lala Land

 

Jika saja kamu dapat membayangkan

 

Separuh kepalaku di serbu nada-nada masa lalu

seperti tuts piano bergetar berkali-kali

disentuh pedih jari-jari waktu

 

Kamu tak juga muncul dari tiap bait lagu

 

aku lihat orang-orang terus menari,

menarik pelangi masuk diantara lampu merkuri

Jalanan lengang, bar penuh pemabuk tak aku kenal

 

Sementara wajahmu terus aku ingat-ingat

tetap saja tak bisa kupastikan

meski perlahan muncul sangat dekat

tak jelas aku lihat

 

Ketika bintang-bintang mulai berkedip

di tiap sudut langit

aku usah payah menari,

mengetuk-ngetukan kaki di aspall, batu dan bangku

 

Meniru sepasang kekasih

yang barusaja menyanyikan bait terakhir lagunya

 

Sampai semua silam

lagu berhenti-cerita diakhiri

 

Aku tersentak

tubuh atau ingatan tentangmu yang begitu jelas tadi kusentuh

 

2018


Pengakuan Freddy Buat Mary Austin, Beberapa Saat Sebelum Mati

  

Beginilah aku mulai

anggap saja pengakuan

 

Dan aku pernah meminangmu 

aku ingin kau menjadi isteriku, sungguh

tidak tergantikan, bahkan oleh lelaki manapun

 

Malam itu, suaramu begitu dekat

Di seberang telepon 

Aku bayangkan kau menuang anggur 

kita bersulang

 

Whiskey di geas tak lebih keras

ketimbang senyummu

 

Aku begitu yakin, ingin bersulang

menggenapkan kemungkinan

hatimu masih sama

yang itu juga

dengan rasa percaya

 

“Jim, aku mecintaimu

seperti aku menunggu suara Mary

malam itu”

 

Maafkan aku

seperti yang kau tahu, Tuhan selalu setia

melepas dan melempar Cinta

pada semesta hati manusia.


Bukankah kita juga manusia?

 

Tak sedikitpun kau melukaiku

tapi sebaliknya

sayang, lagu itu mereka nyanyikan

lebih dari apa yang bisa aku sampaikan


"Bring it back,

Don't take it away from me"

 

Setidaknya suatu saat,

jika kau percaya

di kehidupan yang lain 

mungkin aku hidup 

sebagai petani atau petinju

 

Dan adalah kau isteriku

tak tergantikan, oleh perempuan atau lelaki manapun

 

2018-2021

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar