Kuputuskan Menulis Sajak Buat Sari
sekarang aku sulit meyakinkan diri
kuputuskan
menulis sajak
agar
kurasa kau tetap ada
setidaknya
bukan lagi rengekan atau story
media
sosial yang belum tentu kebenarannya
bukankah
kau tahu dunia itu
begitu
banyak kepura-puraan
tapi
disini niscaya adalah aku yang lain
yang
tak pernah ada di manapun
dalam
foto atau cermin sekalipun
dan
kini aku dapat tenang membayangkan
kau
tersenyum atau tidur, damai dan menawan
meski
keingin kerap berdekatan tak bisa terelakan
maka
kuputuskan menulis sajak
sekalipun
hanya kesia-siaan
ketika
aku menulisnya
kujumpai
perasaan yang sempat kau sangsikan
semisal
pertemuan kita yang begitu tiba-tiba
setelah
sempat saling melupakan
hidup
dalam kerumitan masing-masing
kemudian
jatuh bersama meski pura-pura
tak
pernah ada harapan selain kekeliruan
namun
ada hari yang kita bagi
melempar
kangen atau sekadar kalimat lullaby
penuh
kasih dan penuh kehati-hatian
biarlah
sajak ini kutulis meminjam namamu
dan
abadi di dalamnya
***