Senin, 20 Desember 2021

Dua Puisi Buat Jimi Hendrix

 






Percakapan :

Tentang Joe dan Omong Kosong Lainnya

  

Jika saja aku hidup di zamanmu

ketika kau menikmati pagi dengan segelas bir

dan melewati malam bersama bibir manis gadis kulit putih

tentu saja, aku mau bisa hidup lebih tua darimu

 

setidaknya masih ada tiga tahun lagi

sampai sanggup meredekan keresahan

mama dan nenekku soal kemungkinan buruk pernikahan

juga cita-cita yang harus dituntaskan:

 

memikul mimpi mereka sampai ke tanah para rasul

 

Apa kau sempat memikirkannya Jimi?

 

sudah lupakan

hidup mungkin sebatas tidur panjang yang sulit dibangunkan

sekalipun mimpi indah jadi harapan yang patut diwujudkan  

 

Hai bolehkah bertanya, siapa Joe sebenarnya

katamu, dia melarikan diri ke selatan

membawa serta dosa dan doa

setelah peluru mejatuhkan tubuh kekasihnya

yang berkencan dengan orang asing di sudut kota

 

mungkin benar

di selatan lebih aman

seperti apa yang kau katakan

sampaikankan salamku buatnya

sebab dia juga pernah hidup

setidaknya dalam kepala kita

 

2018



Buat Jimi Hendrix

-Setelah little wing

 

Ambil apa pun yang kau mau

ambil sesukamu

apapun

 

Jika gadis itu tak membawa Strato untukmu 

malam itu, mungkin

leopard dalam dirimu tak pernah berlari

ke mimpi remaja disudut-sudut negeri jauh:

bahkan aku di sini

 

rasa kecewa pada hidup yang sempit

dalam dirimu tak akan hilang

berbaris serupa tentara jerman

di akhir perang dunia ke dua

 

sampai elesdi benar-benar bergumul

dalam darah melebur mimpi indah

 

mungkin kamu hanya ingin terbang

menjauh dari bumi dan segala kerumitannya

missal paket data yang tiba-taba habis

atau pandemi yang diselesaikan begitu apebeen

dianggap miris bahkan tak lagi logis

 

siapa tahu, kamu merasa dilahirkan

sebagai malaikat atau burung gelatik

sebelum akhirnya dikutuk

menanggung kesia-siaan manusia

bermoyang budak di tanah gersang Amerika

 

terbanglah Jim

semua akan baik-baik saja

ambil sesukamu

apapun

 

2018-2020


Kamis, 09 Desember 2021

#puisi : Di berkas Separuh Perjuangan 2014

 

Disuatu Tempat

 

Di suatu tempat  yang sering ia kunjungi

Puisi dan prosa tak pernah rampung

Disudut malam

Di sana ia duduk mengobrol dengan sepi

 

Menunggu entah

Mengetuk pintu, berbicara masa lalu

Atau sekadar minum kopi

Selagi hujan di luar

 

Jalan raya riuh kenangan

Dalam dirinya

Jantung adalah sepeda motor

Yang berlarian di ruas luka dalam dada

 

Matanya meloncat-loncat

Mencari hilang yang mungkin datang

Mengucap salam

 

Tiba-tiba dia dan hujan kedinginan

Diantra sepi yang deras

Juga parade cahaya dari masa silam

Menjelma kata-kata yang tak juga ia mengerti

 

Sampai akhirnya ia putuskan

Di suatu tempat yang biasa

Hanya diam tanpa puisi atau prosa

Sebagai buah yang dapat dipetik dari pohon penantian

 

2014

 

Epigram

 

1

Sebab hatimu adalah lautan

Dengan ombak yang selalu tiba-tiba

Aku bersiap menyelaminya

Sebagai palika: memburu nasib baik

Kemudian memilih doa sebagi tempat kembali

 

2

Selepas kau membentuk jarak

Serupa danau, kemudian laut

kemudian bermacam doa berlayar disana

Sebab hatimu adalah pulau yang kutuju

Doa-doa perahu yang mengantarku

 

3

Semisal Rendra memperjuangkan kata-kata

Maka aku ‘kan bertanggungjawab

Atas apa yang sempat kukatakan:

 

2014

 

Pada Suatu Malam 1

 

Pada suatu malam kabar tentangmu datang

Begitu saja seperti cerita seorang nenek pada cucuknya

Yang tak mau masuk rumah ketika langit memerah

Dan lembayung sangat indah

 

Sebagai seorang lelaki nakal yang matanya mudah pecah

Aku masuk kamar sambil terus menerbangkan

Kunang-kunang dari kepalaku menujumu

Tanpa ada orang yang tahu

Bahkan dirimu sendiri

 2014

 

Pertanda

 1

Malam itu

Di luar hujan  

Tiba-tiba pigura jatuh

Sebab beban atau karena sebuah firasat

 

Sementara kau berkirim pesan

Lewat basah dan pecah kaca:

Ada basah pada ranum buah pipimu

Oh ternyata matamu ikut pecah

 

Entah untuk alasan apa

 

2

Sore tadi

Burung-burung bergegas pulang

Sebelum awan benar-benar pecah

Bahkan di cermin kamarmu

 

3

Suatu pagi

Jarum yang dipegang dengan tenang

Menyulam jarak pada kain kerinduan

Tiba-tiba sangat ganas

Ia turih ibu jari yang sedari tadi

Mengatur anak-anaknya yang tampak semangat

Menberi jalan pada serat cintamu

 

2014

 

 

Di Situ Buled

 

Di Situ Buled

Tak ada yang menyapaku

Orang-orang adalah patung gagah di tengah danau

Tak acuh pada pelancong, pedagang balon

Juga ikan mas yang berdoa dan hidup di bawanya

 

Sebenarnya

Aku patung juga

Berlutut

Menahan senja 

 

ketika

Setiap gang yang tak aku kenal

Berlari tanpa memberiku arah

Bahkan untuk pulang

2014

Minggu, 05 Desember 2021

Ketebelece: Rindu


Baiklah

Beberapa kali waktu lalu, cukup rajin kuangkat puisi-puisi lama dan editan baru. Kali ini tidak. kali ini ada sesuatu, semacam racauan atau apalah itu. ya ... anggap saja ketelebelce. Jadi begini:

Jika saja kamu tahu, bagaimana rasanya menahan rindu pada jarak paling dekat. Tentu ini perihal Rindu kangen atau perasaan dan kata sepadan lainnya. rin.du : 1.  a sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu; 2. a memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu; begitulah definisi dari kata rindu menurut kamus. 

Yang bagiku cukup menarik, pada pengertian no.2 ada bertemu, padahal secara empirik dalam beberapa konteks dan peristiwa tertentu pertemuan tak melulu dapat membayar rindu. Bajingan memang, lantas apa yang bisa membayar ridu jika kata Om Eka, rindu itu sama halnya dengan dendam yang harus dibayar tuntas (red, Novel- Seperti Dendam Rindu, Harus Dibayar Tuntas).

Banyak statement, dalam kutipan-kutipan yang menjadikan kerinduan sebagai objeknya. Yang paling popular dalam 2-3 tahun ini ya... apa kata Dilan: "jangan Rindu berat, biar aku saja". Kalimat Dilan yang ditulis Pidi Baiq itu sudah bertransformasi jadi banyak hal, bahkan  bertebaran menjadi iklan komersial, mulai dari produk coklat sampai Meme di medsos.

"Apabila aku dalam kangen dan sepi/Itulah berarti/aku tungku tanpa api." begitulah Alm. Rendra menggambarkan rasa rindu dalam salah satu bait puisinya. Mungkin sebegitu membuat tak berdayanya perasaan rindu/Kangen. Tungku tanpa api cuma benda yang dalam keadaan tidak termanfaatkan, tercerabut dari fungsinya. hmmmpt.

Dalam banyak fiksi (atau mungkin realitas) rindu juga menjadi sumber dari kematian atau malah kehidupan. kita dapat memilih kalau saja mengambil analogi klasik rindu sebagi dua mata pisau yang aman yang akan menebas kita. 

Geuleuh sih pake analogi itu tapi ya sudah biar heroik. gak juga ya ,,, hmmft

Baiklah kita akan menganggap sejak tahun-tahun yang gak kita kenal kerinduan menjadi salah satu masalah yang selalu hinggap. Tak kenal waktu, jabatan, dan status sosial. Entah itu soal asmara, cinta, atau semua hal yang bukan hal besar semua menjadi masalah yang seakan berat dan memang begitu adanya.

Dan apa jadinya keadaaan Rindu itu menjadi nyata ada di depan mata, dengan hal yang secara jasadiah memiliki jarak yang cukup dekat, dan perjumpaan belum tentu menjadi obatnya. Tak ada yang pasti, tapi berbagai alasan bisa hinggap untuk merespon kerinduan itu. hal paling standar berpura-pura baik-baik saja .

Cukup saja percaya, bahkan kita dalam keadan tidak baik-baik saja

***


Sabtu, 04 Desember 2021

#Puisi: Bagusnya kenal lagu Englishman in New York- Sting



Orang Asing

:variasi Englishman in New York

 

Di kota ini

Tangan-tangan musim dingin memeluk tubuhnya

seperti keraguan menyergap dari semua penjuru

tiap kali berjalan dengan tongkat di tangan

 

Seketika bunga-bunga mekar di etalase

antara toko dan pedestrian

dan dia semisal alien bermata biru diantara mereka

yang juga berusaha menelan apel raksasa di ujung jalan

 

Pagi yang riuh, 

ragu berjejal di ruas jalan

di dalam kereta, juga restoran-restoran 

 

Dia pilih sebuah kafe

selembar senyum dan menu sarapan

menawarkan ekspreso, juga neka roti

 

“aku tak minum kopi, cukup teh dan roti panggang kering”

 

Sunggguh?

butuh lebih dari sekadar perlengkapan perang

untuk menjadi seorang lelaki

yang mampu menarik senyum

dari saku mantel pribumi di kota ini

 

Tiba-tiba sebuah patung perunggu dari abad ke-19

seolah menatapnya dari jauh, menjelma gadis pasrah

pada kedatangan atau kepulangan

 

Kemudian ada bisik sedingin sungai Hudson dini hari

 

“Be your self no matter what they say”

 

2018

Jumat, 03 Desember 2021

#Puisi : Oleh-oleh dari Nonton Film

 

Mendengar lagu dalam Film Lala Land

 

Jika saja kamu dapat membayangkan

 

Separuh kepalaku di serbu nada-nada masa lalu

seperti tuts piano bergetar berkali-kali

disentuh pedih jari-jari waktu

 

Kamu tak juga muncul dari tiap bait lagu

 

aku lihat orang-orang terus menari,

menarik pelangi masuk diantara lampu merkuri

Jalanan lengang, bar penuh pemabuk tak aku kenal

 

Sementara wajahmu terus aku ingat-ingat

tetap saja tak bisa kupastikan

meski perlahan muncul sangat dekat

tak jelas aku lihat

 

Ketika bintang-bintang mulai berkedip

di tiap sudut langit

aku usah payah menari,

mengetuk-ngetukan kaki di aspall, batu dan bangku

 

Meniru sepasang kekasih

yang barusaja menyanyikan bait terakhir lagunya

 

Sampai semua silam

lagu berhenti-cerita diakhiri

 

Aku tersentak

tubuh atau ingatan tentangmu yang begitu jelas tadi kusentuh

 

2018


Pengakuan Freddy Buat Mary Austin, Beberapa Saat Sebelum Mati

  

Beginilah aku mulai

anggap saja pengakuan

 

Dan aku pernah meminangmu 

aku ingin kau menjadi isteriku, sungguh

tidak tergantikan, bahkan oleh lelaki manapun

 

Malam itu, suaramu begitu dekat

Di seberang telepon 

Aku bayangkan kau menuang anggur 

kita bersulang

 

Whiskey di geas tak lebih keras

ketimbang senyummu

 

Aku begitu yakin, ingin bersulang

menggenapkan kemungkinan

hatimu masih sama

yang itu juga

dengan rasa percaya

 

“Jim, aku mecintaimu

seperti aku menunggu suara Mary

malam itu”

 

Maafkan aku

seperti yang kau tahu, Tuhan selalu setia

melepas dan melempar Cinta

pada semesta hati manusia.


Bukankah kita juga manusia?

 

Tak sedikitpun kau melukaiku

tapi sebaliknya

sayang, lagu itu mereka nyanyikan

lebih dari apa yang bisa aku sampaikan


"Bring it back,

Don't take it away from me"

 

Setidaknya suatu saat,

jika kau percaya

di kehidupan yang lain 

mungkin aku hidup 

sebagai petani atau petinju

 

Dan adalah kau isteriku

tak tergantikan, oleh perempuan atau lelaki manapun

 

2018-2021