Orang Asing
:variasi Englishman in New York
Di kota ini
Tangan-tangan musim dingin memeluk tubuhnya
seperti keraguan menyergap dari semua penjuru
tiap kali berjalan dengan tongkat di tangan
Seketika bunga-bunga mekar di etalase
antara toko dan pedestrian
dan dia semisal alien bermata biru diantara
mereka
yang juga berusaha menelan apel raksasa di ujung
jalan
Pagi yang riuh,
ragu berjejal di ruas jalan
di dalam kereta, juga restoran-restoran
Dia pilih sebuah kafe
selembar senyum dan menu sarapan
menawarkan ekspreso, juga neka roti
“aku tak minum kopi, cukup teh dan roti panggang
kering”
Sunggguh?
butuh lebih dari sekadar perlengkapan perang
untuk menjadi seorang lelaki
yang mampu menarik senyum
dari saku mantel pribumi di kota ini
Tiba-tiba sebuah patung perunggu dari abad ke-19
seolah menatapnya dari jauh, menjelma gadis
pasrah
pada kedatangan atau kepulangan
Kemudian ada bisik sedingin sungai Hudson dini
hari
“Be your self no matter what they say”
2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar