Selasa, 09 Juni 2020

Puisi Patah Hati


Tahun 2014 lalu Puisi-puisi ini sempat aku kirim ke redaktur koran (radar Tasik). Kalau gak salah beberapa puisi dimuatkan di sana (etah dua atau tiga judul), aku lupa yang mana sebab gak sempat mengarsipkan cetakan korannya. 

Tahun itu, sedang asik nulis puisi cinta, patah hati, lagi empiris solnya, diputusin pas lagi sayang-sayangnya. Tahu lah ya gimana .... hahahha. 

Baiklah, sekarang kamu boleh baca, tak ada yang aku edit meski gemas dan terlampau bikin nyengir dibeberapa larik juga baitnya tapi ya begitulah remaja yang tengah patah tahun 6 tahun lalu, aku bagikan di sini seadanya, dengan perasaan lain tentunya haha. 

Semoga gak terlalu mengecewakan .. 

****

Sekabar Kenangan dari Partere

Ane,
Sekabar kenangan di Partere
Kudengar dari malam
Membuatku kerasan di sini
Di antara rimbun dedaun
Juga patung-patung
Tepat kita menjelma sajak 
dan jatuh pada cinta yang sulit ditebak

Malam ini
Angin tiba-tiba setajam kenyataan
Meranggaskan pohon besar di kepalaku

Atau kenyataan yang sedingin angin
Tak hirau pada gigil penghunitaman
Meski mereka selalu sepakat pada keadan
Tanpa banyak pernyataan

Sementara aku belum juga dapat percaya  
Meski itu serupa keharusan yang diramalkan
Dalam sajak atau hukum alam
Semisal kita:
Jatuh cinta dan berpisah pada akhirnya

2014



Memoar

Selepas teraweh
Sekan-akan kita tak pernah ada yang melihat

Dalam pulang
Di suatu tempat , di sudut malam
Sawah, langit dan angin bersepakat
Tak ada yang jelas terlihat
Selain bintang, lampu kota dan kau yang entah
                     
Kemudian kita berbicara kemungkinan
Seperi petani yang ragu membaca cuaca:
Kadang-kadang hujan tergesah atau kemarau
Yang betah bermain di tengah sawah

Begitu pun hati kita

Selama berjalan
Hampir kita tak sadar
Suatu saat kita bisa lalai melihat ruas jalan
Sebab gelap hinggap atau kita terlena oleh rahasia:

Bisa saja mukena terjatuh atau bahkan  hati kita

kita tak pernah tahu ada lubang
Yang mudah saja kita injak
Kemudian menjatuhkan semua yang kita bawa
Semisal cinta atau cita-cita
yang susah payah kita asah dengan lapar
Sejak fajar mentah di muka jalan ini

“Nikmat Tuhan mana lagi yang kita dustakan”

Sebab kita belum juga paham
Sesuatu yang jauh dan tidak terlihat
Mukin saja serupa urat saraf
Serupa kita yang bertatapan
Tak pernah sadar apa yang kita rasakan

Lantas kita akhiri semuanya
Setelah rumah dengan ramah menerima singgah
Bertaut dengan lelah
Mengunduh mimpi indah
Atau sekadar membiarkan lelah beristirahat

2014



Pertanda

1
Malam itu
Di luar hujan rapat 
Tiba-tiba pigura jatuh
Sebab beban atau karena sebuah firasat

Sementara kau berkirim pesan
Lewat basah dan pecah kaca:
Ada basah pada ranum buah pipimu
Oh ternyata matamu ikut pecah

entah untuk alasan apa

2
Sore tadi
Burung-burung bergegas pulang
Sebelum awan benar-benar pecah
Bahkan di cermin kamarmu

3
Suatu pagi
Jarum yang kupegang dengan tenang
Menyulam jarak pada kainmu
Tiba-tiba sangat ganas
Ia turih ibu jari yang sedari tadi
Mengatur anak-anaknya yang tampak semangat
Menberi jalan pada sulam cintamu

2014



Kepada Mata Seorang Gadis

-As Markos-

Ia tak pernah tahu, apa yang aku pikirkan
Mungkin bisa membuat mata pecah
Bahkan, hingga ia benar-benar titipkan matanya
Padaku

Sementara aku asik melupakan sekerat nama
Melupakan sebuah pertemuan beserta akhirnya
Melupakan semua rasa bersalah

Tiba-tiba, ia mengantarkan
Sepotong mata yang sama
Yang aku jumpai di suatu pagi
Dan sedang aku lupakan
Sebab, akhirnya tahu
Mata itu takkan sanggup lama menatapku
Kemudian tergesa-gesa
Mendahului matahari
Menuju senja purba

Sampai sekarang
Ia tak pernah tahu apa yang kupikirkan
Yang membuatku ingin cepat berubah
Semisal, mengukir kursi
Atau membuat rumah
Dengan tangga-tangga yang melingkar
Di dalamnya

Sebelum magrib makin dekat
Dan malam mengukir nisan untukku
Aku terus merangkak
Di balik matanya.

2013



Berpikir Tentang Hidup

dari ujung kepala
gagak-gagak menyeruak
mematuk-matuk telunjuk
yang ditumbuhi serat
usia juga kamboja
tentu, kepala serupa batu
yang sedia terlempar
ke seberang malam
bahkan bukan untuk kembali

2012