Selasa, 16 Juli 2024

#Puisi Fuad J : Rekueim Untuk Ray

 Rekueim Untuk Ray

-Charles Rrobisnon

 

Florida dengan tanah warna darah.

mengekalkanmu sebagai bocah buta

 

Hujan, ladang gadum, dan gereja

tempat menunggu segala bahaya menjauh dari tubuh

hingga kau temukankata-kata terbang

di parau suara piano tua

 

Seorang gadis berkulit malam

kerap melenggang di lorong bar 

juga bangku tempat doa menggema

tak sanggup menghapus mimpi buruk:

 

“Selinting ganja dan kokain pun tak berdaya mengubah ingatanku”

 

Nada-nada membiru

tiap kali tuts piano kau tekan

penyesalan mengurungmu pada sebuah kamar

bersama George yang malang,

yang tenggelam di baskom cucian

 

Bayangan itu menjadi oda di tiap lagu

kau nyanyikan di tiap bar juga kesendirian

 

“Della, Della, jangan tinggalkan aku,

Tuhan akan memanggilku, dan lagu menemukan coda”

 

2016-2018


Selasa, 06 Juni 2023

Bye bye Bird

Ya, tentu, tentu kami tahu suara ini.

Suara seseorang dari Mississippi

Suara seorang yang kau sebut penyihir.

Suara seseorang yang kau anggap sebagai ancaman.


Ya tentu, tentu entah kenapa dia ucapkan selamat tinggal.

Burung-burung terbang

Burung-burung menemukan sarang

Selamat tinggal

Selamat tinggal.


"Suatu saat kau menemukannya nak!

Ya, menemukannya pulang."


2023


Minggu, 19 Juni 2022

# puisi patah hati : Selepas Kau Pergi

 Selepas Kau Pergi

 

Selepas kau pergi

Tak pernah ada kabar baik kudapat

Pada setiap saat

Padahal waktu adalah ibu

Bagi setiap nasib dan pemiliknya

 

Kemudian

77 kali doa ku dawamkan setiap malam

Mencari tempat paling sunyi dari sejumlah nyeri

100 zikir ku lagukan sebelum tidur

Berharap terhindar dari segala kabar buruk

Yang ditarik setiap indera

Ketika jendela pertama kubuka

Setelah dingin menjelma kamar yang ku diami

 

Selepas kau pergi

Kujumpai setiap kenangan

Pada setiap jalan yang kutempuh

Di luar dan dalam diriku

 

Sementara aku mengasuh nyeri

Dari setiap kenangan yang kutemui

Aku biarkan dia tetap mengalir dalam nadiku

Sampai suatu saat menyerah dan pasrah

Aku tahu:

 

Aku yang kini tengah payah

Bukanlah apa-apa

Bahkan sekadar bulu matamu yang mudah jatuh

 

2014

Rabu, 15 Juni 2022

#puisifuad : Homesick

 Homesick

 -Setelah KOC


Kadang basah

kadang dingin

dari tiap tahun yang kutahu

tetap seperti itu

 

Jangan tanyakan

di kota ini tak pernah sendiri

Selalu ada sunyi Selalu Ada ragu

 

Ada kamu:

                Barisan rindu

 

Yang asik mengganggu ditiap gang dan tikungan

 

Di kamar

setiap pagi seorang anak adalam cermin

mengulang-ulang apa yang dia katakan

dan tetap aku tak punya jawaban

sedangkan kemarahan bukan yang diharapkan

 

Dan cukuplah

Menjadi alasan untuk menemukan pulang

 

2021

Kamis, 17 Maret 2022

Puisi : Kuputuskan Menulis Sajak

 




Kuputuskan Menulis Sajak Buat Sari

 

sekarang aku sulit meyakinkan diri

kuputuskan menulis sajak

agar kurasa kau tetap ada

 

setidaknya bukan lagi rengekan atau story

media sosial yang belum tentu kebenarannya

 

bukankah kau tahu dunia itu

begitu banyak kepura-puraan

 

tapi disini niscaya adalah aku yang lain

yang tak pernah ada di manapun

dalam foto atau cermin sekalipun

 

dan kini aku dapat tenang membayangkan

kau tersenyum atau tidur, damai dan menawan

 

meski keingin kerap berdekatan tak bisa terelakan

maka kuputuskan menulis sajak

sekalipun hanya kesia-siaan

 

ketika aku menulisnya

kujumpai perasaan yang sempat kau sangsikan

semisal pertemuan kita yang begitu tiba-tiba

setelah sempat saling melupakan

hidup dalam kerumitan masing-masing

kemudian jatuh bersama meski pura-pura

tak pernah ada harapan selain kekeliruan

namun ada hari yang kita bagi

melempar kangen atau sekadar kalimat lullaby

penuh kasih dan penuh kehati-hatian

 

biarlah sajak ini kutulis meminjam namamu

dan abadi di dalamnya

 

***

Senin, 20 Desember 2021

Dua Puisi Buat Jimi Hendrix

 






Percakapan :

Tentang Joe dan Omong Kosong Lainnya

  

Jika saja aku hidup di zamanmu

ketika kau menikmati pagi dengan segelas bir

dan melewati malam bersama bibir manis gadis kulit putih

tentu saja, aku mau bisa hidup lebih tua darimu

 

setidaknya masih ada tiga tahun lagi

sampai sanggup meredekan keresahan

mama dan nenekku soal kemungkinan buruk pernikahan

juga cita-cita yang harus dituntaskan:

 

memikul mimpi mereka sampai ke tanah para rasul

 

Apa kau sempat memikirkannya Jimi?

 

sudah lupakan

hidup mungkin sebatas tidur panjang yang sulit dibangunkan

sekalipun mimpi indah jadi harapan yang patut diwujudkan  

 

Hai bolehkah bertanya, siapa Joe sebenarnya

katamu, dia melarikan diri ke selatan

membawa serta dosa dan doa

setelah peluru mejatuhkan tubuh kekasihnya

yang berkencan dengan orang asing di sudut kota

 

mungkin benar

di selatan lebih aman

seperti apa yang kau katakan

sampaikankan salamku buatnya

sebab dia juga pernah hidup

setidaknya dalam kepala kita

 

2018



Buat Jimi Hendrix

-Setelah little wing

 

Ambil apa pun yang kau mau

ambil sesukamu

apapun

 

Jika gadis itu tak membawa Strato untukmu 

malam itu, mungkin

leopard dalam dirimu tak pernah berlari

ke mimpi remaja disudut-sudut negeri jauh:

bahkan aku di sini

 

rasa kecewa pada hidup yang sempit

dalam dirimu tak akan hilang

berbaris serupa tentara jerman

di akhir perang dunia ke dua

 

sampai elesdi benar-benar bergumul

dalam darah melebur mimpi indah

 

mungkin kamu hanya ingin terbang

menjauh dari bumi dan segala kerumitannya

missal paket data yang tiba-taba habis

atau pandemi yang diselesaikan begitu apebeen

dianggap miris bahkan tak lagi logis

 

siapa tahu, kamu merasa dilahirkan

sebagai malaikat atau burung gelatik

sebelum akhirnya dikutuk

menanggung kesia-siaan manusia

bermoyang budak di tanah gersang Amerika

 

terbanglah Jim

semua akan baik-baik saja

ambil sesukamu

apapun

 

2018-2020


Kamis, 09 Desember 2021

#puisi : Di berkas Separuh Perjuangan 2014

 

Disuatu Tempat

 

Di suatu tempat  yang sering ia kunjungi

Puisi dan prosa tak pernah rampung

Disudut malam

Di sana ia duduk mengobrol dengan sepi

 

Menunggu entah

Mengetuk pintu, berbicara masa lalu

Atau sekadar minum kopi

Selagi hujan di luar

 

Jalan raya riuh kenangan

Dalam dirinya

Jantung adalah sepeda motor

Yang berlarian di ruas luka dalam dada

 

Matanya meloncat-loncat

Mencari hilang yang mungkin datang

Mengucap salam

 

Tiba-tiba dia dan hujan kedinginan

Diantra sepi yang deras

Juga parade cahaya dari masa silam

Menjelma kata-kata yang tak juga ia mengerti

 

Sampai akhirnya ia putuskan

Di suatu tempat yang biasa

Hanya diam tanpa puisi atau prosa

Sebagai buah yang dapat dipetik dari pohon penantian

 

2014

 

Epigram

 

1

Sebab hatimu adalah lautan

Dengan ombak yang selalu tiba-tiba

Aku bersiap menyelaminya

Sebagai palika: memburu nasib baik

Kemudian memilih doa sebagi tempat kembali

 

2

Selepas kau membentuk jarak

Serupa danau, kemudian laut

kemudian bermacam doa berlayar disana

Sebab hatimu adalah pulau yang kutuju

Doa-doa perahu yang mengantarku

 

3

Semisal Rendra memperjuangkan kata-kata

Maka aku ‘kan bertanggungjawab

Atas apa yang sempat kukatakan:

 

2014

 

Pada Suatu Malam 1

 

Pada suatu malam kabar tentangmu datang

Begitu saja seperti cerita seorang nenek pada cucuknya

Yang tak mau masuk rumah ketika langit memerah

Dan lembayung sangat indah

 

Sebagai seorang lelaki nakal yang matanya mudah pecah

Aku masuk kamar sambil terus menerbangkan

Kunang-kunang dari kepalaku menujumu

Tanpa ada orang yang tahu

Bahkan dirimu sendiri

 2014

 

Pertanda

 1

Malam itu

Di luar hujan  

Tiba-tiba pigura jatuh

Sebab beban atau karena sebuah firasat

 

Sementara kau berkirim pesan

Lewat basah dan pecah kaca:

Ada basah pada ranum buah pipimu

Oh ternyata matamu ikut pecah

 

Entah untuk alasan apa

 

2

Sore tadi

Burung-burung bergegas pulang

Sebelum awan benar-benar pecah

Bahkan di cermin kamarmu

 

3

Suatu pagi

Jarum yang dipegang dengan tenang

Menyulam jarak pada kain kerinduan

Tiba-tiba sangat ganas

Ia turih ibu jari yang sedari tadi

Mengatur anak-anaknya yang tampak semangat

Menberi jalan pada serat cintamu

 

2014

 

 

Di Situ Buled

 

Di Situ Buled

Tak ada yang menyapaku

Orang-orang adalah patung gagah di tengah danau

Tak acuh pada pelancong, pedagang balon

Juga ikan mas yang berdoa dan hidup di bawanya

 

Sebenarnya

Aku patung juga

Berlutut

Menahan senja 

 

ketika

Setiap gang yang tak aku kenal

Berlari tanpa memberiku arah

Bahkan untuk pulang

2014