Disuatu Tempat
Di
suatu tempat yang sering ia kunjungi
Puisi
dan prosa tak pernah rampung
Disudut
malam
Di
sana ia duduk mengobrol dengan sepi
Menunggu
entah
Mengetuk
pintu, berbicara masa lalu
Atau
sekadar minum kopi
Selagi
hujan di luar
Jalan
raya riuh kenangan
Dalam
dirinya
Jantung
adalah sepeda motor
Yang
berlarian di ruas luka dalam dada
Matanya
meloncat-loncat
Mencari
hilang yang mungkin datang
Mengucap
salam
Tiba-tiba
dia dan hujan kedinginan
Diantra
sepi yang deras
Juga
parade cahaya dari masa silam
Menjelma
kata-kata yang tak juga ia mengerti
Sampai
akhirnya ia putuskan
Di
suatu tempat yang biasa
Hanya
diam tanpa puisi atau prosa
Sebagai
buah yang dapat dipetik dari pohon penantian
2014
Epigram
1
Sebab
hatimu adalah lautan
Dengan
ombak yang selalu tiba-tiba
Aku
bersiap menyelaminya
Sebagai
palika: memburu nasib baik
Kemudian
memilih doa sebagi tempat kembali
2
Selepas
kau membentuk jarak
Serupa
danau, kemudian laut
kemudian
bermacam doa berlayar disana
Sebab
hatimu adalah pulau yang kutuju
Doa-doa
perahu yang mengantarku
3
Semisal
Rendra memperjuangkan kata-kata
Maka
aku ‘kan bertanggungjawab
Atas
apa yang sempat kukatakan:
2014
Pada Suatu Malam 1
Pada
suatu malam kabar tentangmu datang
Begitu
saja seperti cerita seorang nenek pada cucuknya
Yang
tak mau masuk rumah ketika langit memerah
Dan
lembayung sangat indah
Sebagai
seorang lelaki nakal yang matanya mudah pecah
Aku
masuk kamar sambil terus menerbangkan
Kunang-kunang
dari kepalaku menujumu
Tanpa
ada orang yang tahu
Bahkan
dirimu sendiri
2014
Pertanda
1
Malam
itu
Di
luar hujan
Tiba-tiba
pigura jatuh
Sebab
beban atau karena sebuah firasat
Sementara
kau berkirim pesan
Lewat
basah dan pecah kaca:
Ada
basah pada ranum buah pipimu
Oh
ternyata matamu ikut pecah
Entah
untuk alasan apa
2
Sore
tadi
Burung-burung
bergegas pulang
Sebelum
awan benar-benar pecah
Bahkan
di cermin kamarmu
3
Suatu
pagi
Jarum
yang dipegang dengan tenang
Menyulam
jarak pada kain kerinduan
Tiba-tiba
sangat ganas
Ia
turih ibu jari yang sedari tadi
Mengatur
anak-anaknya yang tampak semangat
Menberi
jalan pada serat cintamu
2014
Di
Situ Buled
Di
Situ Buled
Tak
ada yang menyapaku
Orang-orang
adalah patung gagah di tengah danau
Tak
acuh pada pelancong, pedagang balon
Juga
ikan mas yang berdoa dan hidup di bawanya
Sebenarnya
Aku
patung juga
Berlutut
Menahan
senja
ketika
Setiap
gang yang tak aku kenal
Berlari
tanpa memberiku arah
Bahkan untuk pulang
2014