Selasa, 10 Agustus 2021

Puisi 2016 berjudul "G"



Baiklah, mumpung lagi mau aja sih. Jika kamu mau kamu boleh terusin baca, ini puisi yang aku tulis bertahun-tahun lalu. aku nulis ini setelah tiba-tiba anteng berjam-jam nonton salah satu series HBO. belum musim Netflix dong. Penginnnya aku ceritain aja abis nonton film apa, tapi kayaknya gak usah. soalnya, puisi isi sengaja ditulis misal teka-teki aja. 

Dalam sastra lama kabudayaan sunda ada yang dinamakan paparikan. kamu bisa tanya lah guru bahasa Sunda apa itu paparikan. Eh ... sekarang lebih gampang bisa nanya langsung tuanku guru syekh Google, pasti dia tahu. Nah puisi yang judulnya “G” ini gak tahu ya ada hubungannya sama paparikan atau enggak, tapi ya baca aja deh kalo mau, deh terus tebak, Apa coba?

Semoga gak mengecewakan, seadanya ajalah ini mah …. Gak sentuh edit juga baru buka folder langsung up… 


G

-sehabis Gotham


Di sana langit melulu murung

Orang-orang memakai topeng 

Melenggang di jalanan yang pengap

Dan letus senapan adalah penanda makan malam


 Jim, peluru yang kau tembakan tak pernah

Meredam srigala lapar yang menyembunyikan taringnya

Di Bar dan kafe


Sementara seekor kelelawar tak pernah memperlihatkan wajahnya

Terbang landai bersama kucing liar

Mengumpulkan remah-remah kemungkinan baik di kota ini


Beberapa kepala berubah menjadi badut gila

Dengan jas ungu dan tawa menggema menutup kekecewaan


Sia-sia Jim, kota ini melulu murung

Musim semi seakan tertahan awan mendung


 2016

*Eh ternyata bocor juga series apa ... ada di bawah judul. hmmmmp :'P


Minggu, 08 Agustus 2021

#Puisi : Blus dan Lain Di Antaranya #1

 

Blues untuk Misisipi

 

Syahdan

di sana mulanya

dimainkan lirih

di antara kemiskinan dan kuat jerat rantai

di pinggir muara Misisipi

 

petang merayap ke barat

pekerja merasa punya sedikit tubuhnya

doa dan unpatan saru dalam dengung lagu

 

rinduan akan tanah yang ditinggalkan

lebih berat dari kapas yang dikumpulkan

sejak hari masih lincah

sampai  malam suram dari rantai usang

 

tak pernah ada yang tahu

suatu waktu seseorang pergi

dari ladang menjingjing gitar

 

dia gadai jiwa demi keberuntungan

di persimpangan jalan

keniscayaan surga yang dijanjikan

pada hari yang panas beringas

 

Misisipi dan ladang-ladang di punggungnya

tempat harapan mudah ditebang

dan ketakutan adalah sarapan tanpa pilihan

 

2020


***


Baby Please Don’t Go

 

baby please don’t go

 

Sayang tinggalah di sini

please, sepanjang malam

aku hanya kenal lapar dan kepanasan.

 

Selepas kerja mengganti kuda

bukan untuk upah, entah untuk apa

semua asing ketakutan ialah kudapan

senang tak ada bentukya

tak bisa diciptakan

 

Tanpa pilihan

hidup harus dipertahankan

meski tak seharga dengan kapas

yang dikumpulkan

 

Mungkin aku ingin pulang

entah kemana

bukan peternakan di New Orleans

atau sudut paling basah Misisipi

 

Di sana tak ada harapan

cuma kumpulan ingatan

sekeras belenggu di kaki kita

 

Sayang jangan dulu pergi

kau yang membawaku

meski sekor anjing lebih berharga

dari tangan dan kepalaku

 

Jangan pergi sebelum aku menjadi anjing

membuka jalan pulang tanpa cambuk

 

Redupkan lampu dan aku memohon

sepanjang malam

 

baby please don’t go

baby please don’t go

baby please don’t go

 

2021


***


Di Pinus

 

Where did you sleep last nigjt, beby?

 

Di hutan pinus

matahari tak bangun dan angin

bertiup sedingin kehilangan

 

entahlah kau sembunyi dari apa

cambuk kekuasaan atau kematian

 

suamiku bekerja lebih keras

dari apa yang sanggup menembus batu

 

tak usah berbohong

katakanlah

kemiskinan lebih keras dari jangung mentah

tak ada yang bisa dilakukan selain berdoa

sebuah kereta mampu membawa itu pergi jauh

ke batas Georgia sebelum jam enam

 

malam itu suamiku hilang,

hanya kepalanya ditemukan dalam gerobak  

tubuhnya moksa

jadi telaga atau menyatu dengan delta

 

kau tak perlu sembunyi

di gigil daun pinus

matahari tak pernah dibangunkan

kematian perlahan mengusap harapan

 

Don’t lie to me, Black Gil.

katakan padaku

di mana kau tidur malam tadi?

 

2020-2021