Alkisah Sukab-lah namanya
Si pecinta yang begitu nekad
Sebelum Candra apa lagi Fiersa
Sukab sudah nekad memotong
senja
Untuk pacarnya Alina di sana
Di ujung kota entah berantah
Demi cinta dia rela dikejar
polisi kota
Sebab senja terpotong di
cakrawala
Sukab potong senja sebesar saku
bajunya
Dia kirim dengan sepucuk surat
Seisi kota jadi kelimpungan
senja berlubang, sukab menghilang
(senja di curi, sukab
menghilang)
Alina tak pernah
mengarapkan
Sukab nekat memotong senja
Padahal citanya jelas bertepuk
sebelah tangan
dasar si sukab pria kelewatan
Tulisan yang baru kamu baca itu diketik
akhir tahun 2018-an. Memang aku siapkan untuk lirik lagu. Entah kapan bisa direkam
sampai sekarang aransemennya belum juga final. Belum sekalipun kami (Bob Anwar)
bawakan live. Bahkan belakangan aku sendiri mulai bosan nyanyiin sambil gitran.
Hehehe
Begini saja, aku ceritakan proses
kretifnya (hiiah proses kreatif). Sebenarnya. Bisa jadi ini langkah curang
mengambil ide Hamzah (vocalis Duduk Santai), semua diawali dari diskusi kami
setelah aku mangkir dari meja kerja ke bangku kafe di halam kantor, jangan bilang-bilang, lagian sekarang udah
di PHK dampak covid19 hahaha. Biasalah obrolan, ngelantur kesana kemari,
kalau gak salah dulu Bob Anwar-BA baru sedang nunggu hasil mixing projek EP Album musikalisasi
puisi (kalo sempat aku cerita lain waktu), Duduk
Santai-DS juga. Kami bicara seputar rencana merilis projek ini di flatform
digital dan segala embel-embel setelah itu juga beberapa fenomena dipermusikan
populer hari itu.
Sampai mulai bosan cerita
pengalaan proses record, juga gunjing sana –sini, Hamzah curhat rencana untuk
projek DS selanjutnya. Ada gagasan menarik, yaitu bikin garapan album dengan
konsep alih wahana dari karya sastra. Ini bukan hal unik sebenarnya, DS didominasi
anak-anak mahasiswa (alumni sekarang) seni musik, mereka juga sering batu isi
pertunjukan teater. Beberapa kali kami kerja bareng dalam proses teater.
Hamzah bilang ada kerinduan
menginterpretasi teks jadi karya musik. Bergerak dari sana, dia ingin membuat
semisal musik tema atau sountrack dari karya sastra. Misal, dia ingin
menginterpretasi satu cerpen/novel menjadi 5-10 lagu (album) yang mewakili alur
dari cerita di karya yang diambil. Mulai dari perkenalan tokoh, konflok sampai
penyelesaian masalah. Aku lupa detil obrolan kami waktu itu. Yang kuingat, aku
memberikan 3 cerpen yang saling berkaitan karya Seno Gumira Ajidarma, Trilogi
Senja. Secara subjektif itu cerpen yang bikin aku ngebet pengin nulis cerpen, pengetahuan
soal cerpen itu juga yang bikin aing seolah-olah
beribu-ribu langkah di depan anak indie “senja-senja tai anjing” kata Projeck
Hambalang.
Alhasil tiba-tiba aku tergiur
dengan gagasan itu. Tentu gagasan kami (aku dan hamzah) beda, DS berencana
untuk menginterpretasi penggalan-penggalan alur sampai menjadi cerita utuh jika
di nikmati full album. Aku sih sederhana aja, membuat rangkuman cerita dalam
liriklagu. Kasarnya akum au bikin synopsis satu cerita dalam satu lagu. Bob
Anwar kadung membuat musikalisasi puisi yang notabene salah satu bentuk
apresiasi sastra, kenapa enggak kami teruskan untuk juga mengapresiapi prosa.
Beberapa hari setelah obrolan
itu, Jadilah lagu di atas itu, sampai sekarang belum nemu deh judul yang cocok.
Balada Sukab, Sukab-Alina, entahlah selama ini kami memanggilnya Lagu Sukab. Sementara aja sebagai penanda ada lagu itu. Ya, lagu itu pada akhirnya bisa jadi sinopsis untuk dua cerpen karya SGA: Sepotong Senja Untuk Pacarku dan Surat Balasan Alina. (dua cerpen ini bisa kamu cari di internet, atau beli aja bukunya ada cetakan baru. pernah di bacana juga di peluncuran bukunya di GIK. Aku suka yang Abimana mebaca cerpen sebagai sukab buat cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku, tapi kurang suka sama Dian Satro baca Surat balasan Alina. aku lampirkan tautan Youtube-nya kalo kalian mau dengar/nonton)
tapi aku kita ini cukup kacau sih. Sempai sekarang kadang-kadang masih juga bongkar pasang larik. ya makanya berdoa aja, semoga cepat bisa dieksekusi si Bob-lah dan bisa dinikmatilah seenggaknya teman-teman deket aja dulu. tapi ini cukup mebanggakan buat aku mah, lagu ini jadi lagu pertama yang aku buat untuk Bob Anwar. apalagi kalo jadi di garap hahaha semoga gak terlalu mengecewakan. maaf yah akunya gak pedean.
tapi aku kita ini cukup kacau sih. Sempai sekarang kadang-kadang masih juga bongkar pasang larik. ya makanya berdoa aja, semoga cepat bisa dieksekusi si Bob-lah dan bisa dinikmatilah seenggaknya teman-teman deket aja dulu. tapi ini cukup mebanggakan buat aku mah, lagu ini jadi lagu pertama yang aku buat untuk Bob Anwar. apalagi kalo jadi di garap hahaha semoga gak terlalu mengecewakan. maaf yah akunya gak pedean.
Soal rencana Hamzah, Entahlah,
apa dia lanjut projek itu, atau bikin gagasan baru. Setahuku sih enggak. Hehehe.
***
Sepotong Senja Untuk Pacarku:
