Minggu, 31 Mei 2020

Lagu Lama, Belum Punya Judul


Alkisah Sukab-lah namanya
Si pecinta yang begitu nekad
Sebelum Candra apa lagi Fiersa
Sukab sudah nekad memotong senja

Untuk pacarnya Alina di sana
Di ujung kota entah berantah
Demi cinta dia rela dikejar polisi kota
Sebab senja terpotong di cakrawala

Sukab potong senja sebesar saku bajunya
Dia kirim dengan sepucuk surat
Seisi kota jadi kelimpungan
senja berlubang, sukab menghilang
(senja di curi, sukab menghilang)

Alina tak pernah mengarapkan 
Sukab nekat memotong senja
Padahal citanya jelas bertepuk sebelah tangan
dasar si sukab pria kelewatan

***



Tulisan yang baru kamu baca itu diketik akhir tahun 2018-an. Memang aku siapkan untuk lirik lagu. Entah kapan bisa direkam sampai sekarang aransemennya belum juga final. Belum sekalipun kami (Bob Anwar) bawakan live. Bahkan belakangan aku sendiri mulai bosan nyanyiin sambil gitran. Hehehe
Begini saja, aku ceritakan proses kretifnya (hiiah proses kreatif). Sebenarnya. Bisa jadi ini langkah curang mengambil ide Hamzah (vocalis Duduk Santai), semua diawali dari diskusi kami setelah aku mangkir dari meja kerja ke bangku kafe di halam kantor, jangan bilang-bilang, lagian sekarang udah di PHK dampak covid19 hahaha. Biasalah obrolan, ngelantur kesana kemari, kalau gak salah dulu Bob Anwar-BA baru sedang nunggu hasil mixing projek EP Album musikalisasi puisi (kalo sempat aku cerita lain waktu), Duduk Santai-DS juga. Kami bicara seputar rencana merilis projek ini di flatform digital dan segala embel-embel setelah itu juga beberapa fenomena dipermusikan populer hari itu.
Sampai mulai bosan cerita pengalaan proses record, juga gunjing sana –sini, Hamzah curhat rencana untuk projek DS selanjutnya. Ada gagasan menarik, yaitu bikin garapan album dengan konsep alih wahana dari karya sastra. Ini bukan hal unik sebenarnya, DS didominasi anak-anak mahasiswa (alumni sekarang) seni musik, mereka juga sering batu isi pertunjukan teater. Beberapa kali kami kerja bareng dalam proses teater.
Hamzah bilang ada kerinduan menginterpretasi teks jadi karya musik. Bergerak dari sana, dia ingin membuat semisal musik tema atau sountrack dari karya sastra. Misal, dia ingin menginterpretasi satu cerpen/novel menjadi 5-10 lagu (album) yang mewakili alur dari cerita di karya yang diambil. Mulai dari perkenalan tokoh, konflok sampai penyelesaian masalah. Aku lupa detil obrolan kami waktu itu. Yang kuingat, aku memberikan 3 cerpen yang saling berkaitan karya Seno Gumira Ajidarma, Trilogi Senja. Secara subjektif itu cerpen yang bikin aku ngebet pengin nulis cerpen, pengetahuan soal cerpen itu juga yang bikin aing seolah-olah beribu-ribu langkah di depan anak indie “senja-senja tai anjing” kata Projeck Hambalang.

Alhasil tiba-tiba aku tergiur dengan gagasan itu. Tentu gagasan kami (aku dan hamzah) beda, DS berencana untuk menginterpretasi penggalan-penggalan alur sampai menjadi cerita utuh jika di nikmati full album. Aku sih sederhana aja, membuat rangkuman cerita dalam liriklagu. Kasarnya akum au bikin synopsis satu cerita dalam satu lagu. Bob Anwar kadung membuat musikalisasi puisi yang notabene salah satu bentuk apresiasi sastra, kenapa enggak kami teruskan untuk juga mengapresiapi prosa.

Beberapa hari setelah obrolan itu, Jadilah lagu di atas itu, sampai sekarang belum nemu deh judul yang cocok. Balada Sukab, Sukab-Alina, entahlah selama ini kami memanggilnya Lagu Sukab.  Sementara aja sebagai penanda ada lagu itu. Ya, lagu itu pada akhirnya bisa jadi sinopsis untuk dua cerpen karya SGA: Sepotong Senja Untuk Pacarku dan Surat Balasan Alina. (dua cerpen ini bisa kamu cari di internet, atau beli aja bukunya ada cetakan baru. pernah di bacana juga di peluncuran bukunya di GIK. Aku suka yang Abimana mebaca cerpen sebagai sukab buat cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku, tapi kurang suka sama Dian Satro baca Surat balasan Alina. aku lampirkan tautan Youtube-nya kalo kalian mau dengar/nonton) 

tapi aku kita ini cukup kacau sih. Sempai sekarang kadang-kadang masih juga bongkar pasang larik. ya makanya berdoa aja, semoga cepat bisa dieksekusi si Bob-lah dan bisa dinikmatilah seenggaknya teman-teman deket aja dulu. tapi ini cukup mebanggakan buat aku mah, lagu ini jadi lagu pertama yang aku buat untuk Bob Anwar. apalagi kalo jadi di garap hahaha semoga gak terlalu mengecewakan. maaf yah akunya gak pedean.

Soal rencana Hamzah, Entahlah, apa dia lanjut projek itu, atau bikin gagasan baru. Setahuku sih enggak. Hehehe.

***

Sepotong Senja Untuk Pacarku:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar